1
1
Tanah Papua merupakan salah satu kawasan vital burung air dan burung migraine yang melintasi jalur Asia dan Australia. Namun, pembangunan yang masif menyebabkan fragmentasi ekosistem dan mengancam kekayaan keanekaragaman hayati bumi cendrawasih. Hasil studi Burung Indonesia menyebutkan, dari 641 spesies burung Papua 14 terancam punah secara global karena perburuan, perubahan iklim dan perubahan lanskap. Adi Widyanto, Head of Conservation and Development Burung Indonesia, mengatakan, dari 641 spesies itu, 252 merupakan endemik Papua, 75 spesies endemik Indonesia, dan 94 merupakan spesies sebaran terbatas. Dalam studi yang menggunakan pendekatan Important Bird and Biodiversity Area (IBA) ini juga menyebutkan, selain burung, mamalia endemik seperti echidna paruh panjang dan kanguru pohon Wondiwoi juga dalam status terancam punah. Jika ancaman ini terus berlanjut, menandakan keruntuhan integritas ekosistem papua. Karena, banyak spesies endemik memiliki ketergantungan ekologis yang sangat kuat pada habitat aslinya. Pemilihan burung sebagai komponen utama IBA, katanya, karena alasan ekologis yang kuat. Burung merupakan indikator alami yang sangat baik untuk menilai kesehatan suatu ekosistem. “Karena itu, upaya menjaga kawasan IBA tidak hanya berdampak pada burung, tetapi juga secara otomatis melindungi spesies lain, seperti mamalia dan amfibi, yang berbagi ruang hidup di wilayah tersebut,” kata Adi pada Mongabay. IBA, merupakan instrumen ilmiah inisiasi kemitraan konservasi global, BirdLife International. Program ini bertujuan mengidentifikasi, melindungi, dan mengelola berbagai habitat yang paling krusial bagi kelangsungan hidup populasi burung di seluruh dunia. Hingga kini, terdapat lebih 10.000 lokasi IBA tersebar di dunia. Di Indonesia, penambahan kawasan baru di Papua meningkatkan lokasi IBA yang teridentifikasi dari 228 menjadi 287 titik. Dalam…This article was originally published on Mongabay