Popular Posts

Alih Fungsi Hutan Perparah Banjir Pasuruan

Sekitar seribuan warga berdemonstrasi di Kelurahan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu (29/3/26). Mereka membentangkan poster dan spanduk yang menolak alih fungsi hutan di Kaki Gunung Arjuno-Welirang menjadi perumahan elit. Warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Hutan (Gema Duta) ini  khawatir alih fungsi hutan akan membawa petaka, bencana banjir dan longsor. Priya Kusuma, Ketua Aliansi Gema Duta, menuturkan eksploitasi alam berlebihan akan mengundang bahaya. Banjir yang menerjang 11 Kecamatan di Pasuruan sejak Selasa (24/3/26) malam tak lepas dari kerusakan hutan di lereng Gunung Arjuno-Welirang. Selama 14 tahun, katanya, hutan lindung di Lereng Gunung Arjuno-Welirang terbakar, ribuan hektar rusak. Sedangkan proses reboisasi belum sepenuhnya tuntas di kawasan hutan yang terdiri atas beragam jenis pohon rimba. “Baru bisa berapa persen yang pulih,” katanya. Dia pun makin khawatir bila rencana  mengalihfungsikan hutan seluas 22,5 hektar untuk perumahan elit terus berlanjut. Aksi ribuan warga di Tretes, Pasuruan menolak rencana pembangunan perumahan elit di lereng Gunung Arjuno-Welirang. Foto: Gema Duta. Priya katakan, semula, hutan itu berstatus hutan produksi kelolaan Perum Perhutani. Hutan produksi terdiri atas pohon mahoni (Swietenia macrophylla) dan pinus (Pinus merkusii). Kini, berubah jadi alokasi penggunaan lain di bawah  Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan akan jadi  area permukiman. Para peserta aksi tak hanya berasal dari desa/kelurahan di Kecamatan Prigen yang memang berada di Kaki Arjuno-Welirang, seperti Desa Dayurejo, Kelurahan Pecalukan, Ledug, Prigen. Tetapi, juga warga desa yang selama ini menjadi langganan banjir. Seperti Beji. Para mahasiswa, pegiat lingkungan, dan pecinta alam juga bergabung untuk suarakan tuntutan sama. Menurut Priya, aksi itu sekaligus…This article was originally published on Mongabay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *