Popular Posts

Harus Berpisah, Dua Anakan Kucing Kuwuk Korban Perdagangan Ilegal di Sumatera Selatan

Layaknya manusia, kehidupan anak kucing hutan juga sangat rentan bila terpisah dari induknya. Dampaknya, dapat berujung kematian. Hal ini dialami satu dari dua individu kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) yang menjadi korban perburuan dan perdagangan ilegal di Sumatera Selatan. Sempat menjalani perawatan intensif di Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Punti Kayu Palembang, keduanya harus berpisah. “Satu individu yang usianya satu minggu tidak selamat. Ia mati saat menjalani perawatan, tidak lama setelah diamankan dari pelaku,” kata Andre, Humas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, saat ditemui di kantornya, Rabu (1/4/2026). Sementara itu, satu individu yang berusia tiga bulan lebih beruntung. Setelah menjalani perawatan sekitar satu bulan dan dinilai layak untuk dilepasliarkan, pada Februari lalu, ia kembali ke habitatnya di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. “Keduanya berasal dari induk berbeda.” Bagi anakan kucing kuwuk, usia satu minggu adalah kondisi ia masih menerima asupan susu dan mendapat perawatan intensif dari sang induk. “Jika terpisah dari induknya, sangat rentan mati,” tuturnya. Anakan kucing kuwuk ini diselamatkan dari upaya perdagangan satwa liar dilindungi di Palembang. Foto: Dok. Humas BKSDA Sumsel Erwin Wilianto, peneliti konservasi independen yang fokus pada pelestarian kucing liar di Indonesia, mengatakan, berdasarkan pengalamannya di rescue center, survival rate anak kucing hutan cukup kecil. “Stres bisa jadi faktor utama. Selain itu, faktor nutrisi juga berpengaruh, karena kami menggunakan susu substitusi yang kurang sesuai. Namun, tidak menutup kemungkinan ada beberapa individu bisa selamat,” katanya, kepada Mongabay Indonesia, Jumat (3/4/2026). Untuk usia tiga bulan, biasanya sudah lepas sapih…This article was originally published on Mongabay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *