Popular Posts

Lima Cerita Lingkungan yang Menemani Perjalanan Mudikmu

Yuk, ikuti WhatsApp Channel Mongabay Indonesia dan dapatkan artikel terbaru setiap harinya. Padatnya arus mudik mulai terasa. Beberapa titik jalan, stasiun, terminal, bandara dan pelabuhan mulai dipadati orang dan kendaraan. Menuju hari Raya Idul Fitri 1447 H tahun ini, ada banyak cerita-cerita tentang lingkungan yang ikut bergerak bersama. Ada beragam peristiwa dalam dua minggu terakhir. Mulai dari kisah inspiratif perempuan Suku Batin Sembilan di Jambi hingga inovasi pengelolaan limbah kopi oleh masyarakat Desa Tendambonggi. Keduanya menceritakan bagaimana masyarakat secara alami sudah menjaga dan memperhatikan keberlanjutan wilayah mereka. Tak hanya cerita inspiratif dari masyarakat, ada juga cerita tentang krisis ekologi yang terjadi akibat pertambangan dan perburuan. Mulai dari Desa Wadas yang tak lagi subur akibat adanya pertambangan batu andesit, praktik tambang emas ilegal di Indonesia yang merugikan negara hingga triliunan rupiah, serta putusan hukum kepada penyelundup yang tidak berpihak pada lingkungan. Jika kamu sedang berada di perjalanan kembali ke rumah, cerita dari Sumatera Utara hingga Nusa Tenggara Timur ini bisa menemanimu. Berikut lima artikel dalam dua pekan di Mongabay Snaps:   1. Perjuangan perempuan Batin Sembilan merawat obat tradisional Gendum, buah tumbuhan ini digunakan untuk upacara adat Besale. Foto: Elviza Diana/ Mongabay Indonesia Perempuan Suku Batin Sembilan di Jambi terus menjaga kearifan lokal yang ada, melalui obat-obatan dari hutan.  Mereka memanfaatkan hutan sebagai “apotek hidup” mulai dari tradisi persalinan hingga pengobatan harian. Mereka juga memiliki Kelompok Tani Hutan untuk bisa mengelola lahan dengan skema kemitraan kehutanan. Meski begitu, ancaman tak lantas pergi. Perambahan dan penggundulan hutan yang masif kian mempersempit ruang habitat…This article was originally published on Mongabay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *