Popular Posts

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Tiga Ton Sisik Trenggiling di Tanjung Priok

Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Priok menggagalkan upaya penyelundupan sisik trenggiling (Manis javanica) ke Kamboja,  seberat tiga ton lebih dengan nilai Rp183 miliar. Kasus itu terungkap setelah petugas temukan anomali dokumen ekspor perusahaan yang akan mengirim barang ke Kamboja. Adhang Noegroho Adhi, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, mengatakan, pengungkapan kasus bermula ketika petugas mendapati kejanggalan dari hasil pemindaian peti kemas yang akan perusahaan ekspor. Pada dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB), perusahaan berinisial PT TSR hanya mencantumkan dua jenis komoditas, yakni, teripang (Sea cucumber) dan mi instan. Hasil pemindaian peti kemas menunjukkan ada tiga ruang penyimpanan yang memantik kecurigaan petugas bahwa terdapat barang lain yang tidak dilaporkan. Petugas menerbitkan Nota Hasil Intelijen (NHI) karena kuat dugaan terjadi ketidaksesuaian antara jenis barang dan pos tarif yang diberitahukan. Pada 18 Februari, petugas lantas melakukan pemeriksaan fisik terhadap satu kontainer berukuran 20 kaki. Hasilnya, petugas menemukan 99 karton sisik trenggiling dalam kondisi kering dengan berat total 3.053 ton. Selain itu, petugas juga menemukan 51 karung teripang dengan berat 1.530 kilogram, 300 karton mie instan seberat 1.200 kilogram, serta satu potongan benda yang menyerupai kayu. Tujuan pengiriman sisik trenggiling itu adalah Kamboja. Sejauh ini petugas belum mengetahui asal muasal barang lantaran tidak tercantum dalam dokumen ekspor. Saat ini petugas masih dalami kasus ini. “Masih penyelidikan untuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat,” ungkap Niko Budhi Darma, Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan Internal, Selasa (10/3/26). Adhang Noegroho Adhi, Kepala Bea Cukai Tanjung Priok saat memberikan keterangan kepada awak media. Foto: Humas Bea Cukai Tanjung…This article was originally published on Mongabay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *