Popular Posts

Antara Ritual dan Perubahan: Kisah Sikerei dan Masa Depan Bilou di Siberut

Mantaola Siritoitet, adalah seorang sikerei di Desa Matotonan, Siberut Selatan, Sumatera Barat. Sebagai seorang sikerei atau penyembuh di dalam alam spritual Mentawai, dia dipercaya menjaga keseimbangan dan perantara antara dua alam, yaitu dunia manusia, dan dunia roh. Dalam menjalankan peran yang tidak sembarang orang bisa lakukan ini, seorang sikerei juga memiliki pantangan yang harus dilaksanakan. “Ada tiga pantangan yang selalu diturunkan ketika orang menjadi sikerei. Yaitu, pantang makan daging bilou, sayur paku (pakis), dan belut,” sebutnya kepada Mongabay Indonesia dalam bahasa Mentawai. “Kalau kami makan [ketiga pantang tadi], kami bisa meninggal.” Bilou (Hylobates klossii) sendiri adalah primata endemik Mentawai, yang memiliki ciri tubuh kecil berbulu gelap, tidak berekor, serta bergerak berayun di pepohonan dan bersuara nyaring. Dalam status daftar merah dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), satwa ini dikategorikan terancam punah (Endangered), akibat deforestasi dan perburuan. Mantaola tidak memungkiri jika dalam beberapa praktik ritual adat, perburuan adat tetap dilakukan untuk menandai siklus hidup. Meski demikian, Mantaola menyebut perburuan liar dilarang secara adat, karena manusia tidak bisa berbuat seenaknya yang dapat mengganggu keseimbangan antar unsur alam. Mantaola sendiri masih mempertahankan cara berburu tradisionalnya, yaitu panah yang diolesi dengan racun di ujung busurnya. Dia sendiri menyebut metode berburu lama lebih baik daripada yang saat ini banyak dilakukan banyak orang. “Menurut saya, cara yang lama lebih bagus daripada yang sekarang,” katanya. Semakin berkurangnya bilou juga dikonfirmasi oleh seorang sikerei lain, Walter Samelelu, asal Desa Rogdok. “Dulu masih mudah mendapatkan hasil buruan. Tapi kalau sekarang sudah sulit,” sebut Walter. “Ditambah sekarang kami…This article was originally published on Mongabay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *