Popular Posts

Nestapa Pekerja Perikanan Tuna asal Indonesia Telantar di Atas Kapal

Terlantar di negeri orang tak pernah ada dalam bayangan Surono. Betapa tidak, berharap mengadu nasib dengan menjadi awak kapal  perikanan  (AKP) tuna ‘Novo Ruivo’, berbendera Portugal, pria asal Tegal, Jawa Tengah (Jateng) ini justru terkatung-katung di atas kapal. Lebih dari 11 bulan lamanya, Surono bersama dua AKP  lain, Rizal Harun dan Wahyudin terlantar di atas kapal tuna tempatnya bekerja. Dia nekat bertahan di atas kapal yang tengah sandar di Cape Verde, negara kepulauan di Samudera Atlantik demi menagih gaji yang sampai hari ini tak kunjung mereka terima. Bukan hanya tak menerima gaji. Nasib mereka makin tak jelas setelah dokumen penting seperti paspor juga dibawa kabur pemilik kapal ketika berlabuh di Mindelo, Kepulauan Sao Vicente. “Saya tidak tahu harus bagaimana. Anak dan istri butuh makan,” kata Surono, mengutip France24. Pekerja 47 tahun ini sejatinya berharap bisa kembali pulang tetapi, gaji belum terbayar memaksanya bertahan. “Kami ingin pulang, tapi jika pulang tanpa uang, lalu bagaimana? Kami sudah bekerja keras di laut. Bagaimana bisa kami ditinggalkan begitu saja?” Dia bilang,  mau bekerja di Kapal Novo Ruivo, karena tergiur janji upah besar. Dalam sebulan, janji upah  US$1.200 atau sekitar Rp20,3 juta, angka yang cukup untuk menutupi utang-utangnya. Dari Indonesia, Surono berangkat menuju Namibia dan menangkap tuna sejak Maret 2025. Situasi menjadi kacau saat kapal berlabuh di Mindelo pada September 2025 untuk menurunkan hasil tangkapan karena pemilik kapal kabur. Selama di atas kapal, Surono dan kedua rekannya bertahan hidup dengan mengandalkan sumber makanan tersisa, seperti beras dan makanan beku. Sang istri, Kiki Andriani, berharap suaminya…This article was originally published on Mongabay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *