1
1
Apa yang terjadi bila sumber makanan di hutan berubah mengikuti musim? Bagi sebagian satwa liar, perubahan ini bisa jadi perjuangan bertahan hidup. Namun, bagi owa jawa di kawasan Gunung Halimun Salak, Jawa Barat, jawabannya justru berbeda. Primata dengan nama ilmiah Hylobates moloch ini tampak tidak terlalu terpengaruh perubahan musim. Temuan ini berdasarkan riset yang dilakukan Khatibul Imam (24), peneliti muda yang kini aktif di lembaga konservasi Penyelamat Orangutan Sintang. Dari penelitiannya bersama tim di kawasan Cikaniki, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Imam menemukan pola makan primata endemik Jawa ini relatif stabil sepanjang tahun. “Hal paling penting adalah tidak ada perbedaan signifikan pola makan, baik musim hujan maupun kemarau,” jelasnya, dihubungi Jumat (20/3/2026). Riset yang didukung Yayasan Konservasi Ekosistem Alam Nusantara ini berlangsung sepanjang Januari hingga Desember 2022, dengan total waktu pengamatan lebih dari 755 jam terhadap tiga kelompok primata cerdas itu. Hasilnya, owa jawa mengonsumsi sekitar 73 spesies tumbuhan dari 34 famili. Komposisinya, buah (69%), daun muda (19%), bunga (10%), dan invertebrata (2%). Stabilnya pola makan primata yang setia pada satu pasangan seumur hidup ini tak lepas pada ketersediaan buah di habitatnya. Hutan Halimun punya sumber buah yang relatif tersedia sepanjang tahun. Owa jawa yang hidup nyaman di Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Foto: Rahayu Oktaviani/Kiara Ketersediaan buah terjaga Kunci utamanya, terletak pada tumbuhan dari famili Moraceae, khususnya genus Ficus. Beberapa spesies Ficus villosa dan Ficus heteropleura jadi sumber pakan utama owa. Ficus punya keunikan, tidak berbuah serempak. Artinya, saat satu spesies selesai berbuah, spesies lain mulai menghasilkan. “Ficus…This article was originally published on Mongabay