1
1
Sebagai negara yang dua per tiga wilayahnya perairan, Indonesia mempunyai daerah-daerah atau kawasan hunian yang berdiri atau terbentuk di perairan. Selain diisi oleh peradaban manusia, kawasan itu juga dihuni flora dan fauna endemik yang beradaptasi secara fisiologis dengan habitat setempat. Salah satunya adalah wilayah rawa Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, dengan Hadangan Kalang atau kerbau rawanya (Bubalus bubalis carabauesis). “Kerbau rawa ini endemik Asia dan banyak terdapat di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Myanmar. Mereka beradaptasi secara fisiologis dengan habitat atau tempat hidupnya” jelas Yude Maulana Yusuf, Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak, Sigoronggorong, kepada Mongabay (7/3/2026). Kerbau rawa tidak hanya dikenal sebagai perenang tangguh tetapi juga penyelam hebat. Foto: Anton Wisuda/Mongabay Indonesia Dalam buku “Profil Kerbau Rawa, Ternak Endemik Kalimantan Selatan” karya Neni Widaningsih dan kolega (2023), dijelaskan bahwa kerbau ada dua jenis, yaitu kerbau sungai dan kerbau rawa. Kerbau rawa Kalimantan Selatan telah beradaptasi secara fisiologis sedemikian rupa, sehingga mempunyai kemampuan berenang cukup tangguh. Daya jelajah airnya bisa mencapai 15 km per hari. Namun, di Desa Tampakang, Kecamatan Paminggir, Hulu Sungai Utara, kerbau rawa hanya berenang sejauh 5 km per hari dan menyelam sekitar 1-2 menit. “Kerbau rawa sangat suka berendam. Tujuannya, untuk menurunkan temperatur tubuhnya. Penyerapan panas terjadi karena warna kulitnya yang hitam,” jelas Yude. Kerbau rawa beradaptasi secara fisiologis dengan habitat atau tempat hidupnya. Foto: Anton Wisuda/Mongabay Indonesia Di Desa Tampakang, kerbau rawa dinamakan kerbau kalang karena dipelihara di kalang atau kandang, yang dibuat dari gelondongan kayu di atas rawa.…This article was originally published on Mongabay