1
1
Suara burung kicau di sekitar Prigen Conservation Breeding Ark (PCBA) menjadi hiburan Jochen Klaus Menner saban pagi. Kurator PCBA, pria berkewarganegaraan Jerman ini memang mendedikasikan hidupnya untuk konservasi satwa, khususnya burung. Jochen tinggal di area PCBA yang berada di dalam Taman Safari Indonesia (TSI) Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim). Dia tinggal bersama istrinya yang juga dokter hewan dan anaknya yang balita. Dedikasi Jochen muncul setelah ratusan burung pleci flavus (kacamata Jawa (Zosterops flavus) dalam satu sangkar yang semua hasil tangkapan dari alam. Burung ini, kata Jochen, sebelumnya jamak ditemukan di kebun-kebun warga. Namun, kompetisi burung berkicau memicu penangkapan besar-besaran. “Pasti ada dampak akibat menurunnya populasi alami di dalam ekosistem,” kata Jochen. Dia juga mengamati murai maratua (Copsychus barbouri) berstatus terancam punah atau endangered/ mulnerable berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List. Murai Maratua dari Maratua, pulau kecil di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. “Di penangkaran nggak ada. Saya datang ke Indonesia 2018, ternyata ketemu beberapa individu dijual di Facebook,” katanya. Ada akun Facebook yang mengunggah dan memperdagangkan murai Maratua. Beruntung dia berhasil menyelamatkan delapan individu terdiri atas tiga jantan, dan lima betina. Hasilnya, kini berkembang menjadi 95 murai. “Sehingga butuh konservasi ex-situ. Kalau tidak, bakal punah. Tidak ada pilihan lain,” katanya. Deretan kandang beragam burung di Prigen Conservation Breeding Ark (PCBA) di Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Foto: Eko Widianto/ Mongabay. PCBA berdiri di Kaki Gunung Arjuna, wilayah dengan kondisi iklim mendukung. Dengan luas 360 hektar, terdiri atas 255 kandang. PCBA menjadi pusat pengembangbiakan satwa terancam punah…This article was originally published on Mongabay