1
1
Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah, masih jadi destinasi favorit para pelancong. Sepanjang 2024, hampir 100.000 orang dari dalam dan luar negeri menikmati keindahan bawah laut pulau berjuluk hidden paradise of Java itu. Namun, minimnya pengawasan dan edukasi membuat ikan kakatua (parrotfish) terancam untuk konsumsi. Bersama nemo (clownfish) dan ikan zebra (Abudefduf vaigiensis), ikan ini menjadi ikan tropis penghuni terumbu karang di Karimunjawa. Mirisnya, wisatawan yang datang tidak tahu informasi ihwal pentingnya ikan ini bagi ekosistem di Karimunjawa. “Saat siang snorkeling lihat ikan itu cantik. Terus malam dimakan karena penasaran rasanya,” Kata Silvi, wisatawan asal Bandung. “Iya kata guide bisa dimakan, ada yang jual. Jadi, kami mencari karena penasaran,” imbuh Imam, wisatawan lain, menimpali. Di mata wisatawan, kulineran menjadi daya tarik mereka datang ke lokasi wisata. “Satu paket, jadi food experience gitu. Mikirnya ikan yang bisa dimakan, gak mikir hal lain yang penting halal aja,” ucap Ricky, wisatawan asal Jakarta. Sayangnya, salah satu yang mereka makan adalah ikan yang berguna bagi kesehatan terumbu karang. Ni Kadek Dita Cahyani, Peneliti di Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, menyebut, meski bukan termasuk ikan dilindungi, tetapi konsumsi kakatua harus dikurangi, karena ikan ini herbivora yang memakan alga yang hidup di karang. “Ikan kakatua berperan penting dalam kesehatan terumbu karang. Karena alga itu biasa menutupi karang serta menyebabkan kematian karang,” katanya. Dita bilang, ikan karang ini juga berperan dalam pembuatan pasir putih. Sesuai namanya, ikan ini memiliki ‘paruh’ atau beak yang keras. Sehingga ketika ikan memakan alga, maka kalsium karbonat dari karang…This article was originally published on Mongabay