Popular Posts

Selamat Jalan Birute Galdikas, Ibu Orangutan Kalimantan [1]

Usianya akan genap 80 tahun pada 10 Mei mendatang. Tapi, takdir menutup perjalanan hidupnya yang panjang bersama orangutan pada Selasa, 24 Maret 2026. Birutė Marija Filomena Galdikas, dikenal Birute Galdikas, pakar dan aktivis konservasi orangutan, mengembuskan napas terakhir di Los Angeles (LA), Amerika Serikat, pada pukul 04.30 waktu setempat. Orang-orang terdekat Birute berada di sisinya, termasuk Frederick Bohap Galdikas yang mengonfirmasi meningggalnya Sang Ibu via WhatsApp. Di sana juga ada Ruth Linsky, orang dekat dan mahasiswa doktoral bimbingan Birute. “Saya bersama Ibu Prof dan keluarga di sini, di LA. Kita semua sedih sekali kehilangan Ibu Prof,” kata peneliti orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah ini. Robert Ferdinand Yappi, koordinator lapangan Orangutan Foundation International (OFI) di Pangkalan Bun menjelaskan, kondisi kesehatan Birute memang bermasalah. Birute terakhir kali berada di Pangkalan Bun pada November 2024. Dia bilang, sebelum pergi ke Amerika, Birute masih mengikuti kegiatan lapangan, mengunjungi masyarakat dan hutan yang dikelola OFI di Kabupaten Lamandau dan Kotawaringin Barat bagian hulu. Karena kondisi kesehatan yang memburuk, belum bisa kembali ke Indonesia sejak setahun terakhir. Apa sakit yang diidapnya? “Pneumonia,” ujar Robert. Birute Galdikas saat melakukan riset orangutan di Camp Leakey tahun 1974. Foto: Dok. OFI Kiprah panjang meneliti orangutan Birute dikenal luas sebagai ahli primata dan konservasionis. Perempuan keturunan Lituania, kelahiran Jerman, dan tumbuh besar di Kanada ini, meraih sarjana dalam bidang zoologi dan psikologi dari University of California at Los Angeles (UCLA). Dia kemudian meraih master hingga doktor di bidang antropologi dari kampus yang sama. Dalam proses doktoral itulah,…This article was originally published on Mongabay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *