Popular Posts

Timotius Suage, Pendeta yang Dedikasikan Diri Lindungi Laut

Timotius Suage bergegas dari Morotai Jaya ke Desa Aru Burung di Kecamatan Pulau Rao, Kabupaten Morotai, Maluku Utara (Malut), pagi pertengahan April 2026. Dari tempat tinggalnya, jarak sekitar 70 kilometer. Hari itu, Timo sejatinya ada agenda keluarga di rumah tetapi sengaja meninggalkan dan lebih memilih  hadiri pertemuan dengan pendamping Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) di Aru Burung yang berlangsung siang harinya. Turut hadir dalam pertemuan itu, perwakilan dari Balai Konservasi Perairan Daerah (BKPD) Malut dan  Penyuluh Perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Baginya, pertemuan itu sangat penting. Selain untuk mengetahui langsung kondisi di lapangan dari koleganya, juga berdiskusi terkait upaya  yang harus dilakukan guna memperkuat pengawasan kawasan konservasi perairan di wilayahnya. Timo adalah Ketua Pokmaswas  di kawasan konservasi perairan Taman Wisata Perairan (TWP) Pulau Rao di Morotai. Selain sebagai Ketua Pokmaswas, dia juga  tokoh agama di desanya. Dia seorang  pendeta.   Keseharian dia juga ikut mengawasi dan melindungi laut yang sudah jadi  kawasan konservasi. “Saya tahu konsekuensinya, tapi ini punya hubungan dengan nasib kita dan anak cucu  sekarang dan masa depan. Karena itu tetap mengambil kerja-kerja ini,” katanya,  kepada Mongabay, April. Dia bilang, peran sebagai pengawas itu dia emban setelah pemerintah tetapkan TWP Pulau Rao sebagai kawasan konservasi laut sekitar 2019. Dia tak menolak ketika diminta menjadi Ketua Pokmaswas. Baginya itu ladang pengabdian untuk manusia, sesuatu yang lekat dengan kesehariannya. Timotius Suage menunjukkan peta kawasan konservasi. Foto: Mahmud Ichi/Mongabay Indonesia. Banyak tantangan Meski begitu, tugas sebagai Ketua Pokmaswas tak mudah. Beberapa kali dia bahkan nyaris terlibat baku hantam dengan para nelayan…This article was originally published on Mongabay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *