1
1
Buah berenuk (Crescentia cujete) sering dianggap sama dengan buah maja (Aegle marmelos), meski keduanya spesies berbeda. Bentuk berenuk dan maja memang sama-sama bulat, namun daging buah, rasa, dan ukurannya berbeda. Di masyarakat, berenuk yang telanjur disebut maja atau maja pahit, memiliki keterkaitan dengan asal usul nama kerajaan Majapahit, yang berpusat di Mojokerto, Jawa Timur. Berenuk berasal dari Amerika Selatan, tergolong keluarga Bignoniaceae. Daging buahnya halus, rapat, putih seperti sirsat, namun hitam setelah dibiarkan lama. Bijinya kecil, berbentuk hati, dan pipih. Rantingnya tanpa duri, dengan daun tunggal, oval, terbalik, dengan ujung meruncing. Sedangkan maja dari Asia Selatan termasuk Indonesia, tergolong keluarga Rutaceae atau jeruk-jerukan. Daging buahnya berongga dan kuning, dengan biji berukuran besar dan agak bulat. Rantingnya berduri, berdaun majemuk, bertangkai 3, dan berukuran kecil panjang. Pohon maja dapat tumbuh di lingkungan basah seperti rawa maupun di lahan kering, sementara buahnya dimanfaatkan sebagai obat tradisional. “Masyarakat lokal menyebut berenuk buah maja, meski secara nama ilmiah berbeda. Warga lokal banyak mengira berenuk beracun, padahal tidak,” papar Aletheia Threskeia, Dosen Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Petra Surabaya, pertengahan April 2026. Beberapa penelitian mengenai ekstrak daun berenuk dapat dimanfaatkan sebagai obat luka, diabetes, serta kanker. Sedangkan penelitian potensi buah berenuk dimanfaatkan sebagai bahan bioalkohol atau biofuel. Filipina mengolah berenuk menjadi minuman kesehatan. Tanaman ini juga sedang diteliti untuk pengobatan penurunan fungsi organ tubuh serta penyakit degeneratif lainnya. Buah maja yang dikaitkan dengan nama kerajaan Majapahit. Foto: Wikimedia Commons/Asit K. Ghosh/CC BY-SA 3.0 Pemanfaatan untuk kesehatan Lima mahasiswa Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, yaitu Ardan Rezon…This article was originally published on Mongabay