1
1
Di kolam air tawar yang tenang, tersembunyi di antara tanaman air, hidup makhluk mungil bernama Hydra. Polip transparan sepanjang satu sentimeter ini tampak menentang hukum alam karena tidak pernah menunjukkan tanda-tanda penuaan. Tidak ada kerutan, tidak ada penurunan fungsi organ, dan tidak ada pelemahan tubuh seiring waktu. Dalam kondisi lingkungan yang mendukung, Hydra seolah memiliki kemampuan biologis untuk hidup tanpa batas waktu. Klaim ini diperkuat oleh penelitian bertahun-tahun di laboratorium yang menunjukkan bahwa tingkat kematian mereka tidak pernah meningkat seiring bertambahnya usia, sebuah fenomena yang sangat langka di dunia hewan. Rahasia utama keawetmudaan Hydra terletak pada strategi regenerasi seluler yang sangat agresif. Berdasarkan pemetaan sel tunggal (single-cell RNA sequencing) yang dipublikasikan di jurnal Science, ilmuwan menemukan bahwa Hydra memiliki tiga lini sel induk mandiri: ektodermal, endodermal, dan interstisial. Ketiga lini ini memastikan bahwa seluruh sel dalam tubuh Hydra diganti sepenuhnya kira-kira setiap 20 hari. Dengan kata lain, Hydra yang Anda lihat hari ini secara fisik adalah individu yang berbeda dalam tiga minggu ke depan. Proses pembaruan konstan ini mencegah akumulasi kerusakan seluler yang biasanya menjadi penyebab utama penuaan pada makhluk hidup lain. Hydra, organisme dengan kemampuan luar biasa bertahan hidup. Sumber: Wikimedia Commons/Green Hydra [Hydra viridissima]/Frank Fox/CC BY-SA 3.0 Germany/free media repository Sel induk interstisial (ISC) dalam tubuh Hydra bahkan memiliki kemampuan multipoten yang luar biasa. Sel-sel ini bertindak sebagai “pabrik” yang terus-menerus memproduksi sel saraf, sel kelenjar, hingga sel penyengat (nematosista) yang kompleks. Penelitian tahun 2019 tersebut berhasil mengidentifikasi sinyal genetik yang mengatur bagaimana sel-sel induk ini “memutuskan” nasibnya.…This article was originally published on Mongabay