Popular Posts

Dela Mawar Bahagia Merawat Bayi Orangutan Kalimantan

Dela Mawar (20) bukan hanya keeper di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam, di Desa Merasa, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Dia adalah penjaga harapan orangutan yang nyaris kehilangan masa depan. Tugasnya mulia. Setiap hari, dia merawat, memberi makan, hingga memantau perkembangan bayi-bayi orangutan yang menjalani rehabilitasi. “Ada empat bayi orangutan, yaitu Lukas, Hannes, Jack, dan yang baru datang Panji,” terangnya di PPS Long Sam, Minggu (12/4/2026). Sebelum menangani bayi-bayi orangutan, Mawar lebih dulu mengurus kandang owa. Setelah itu, rutinitasnya dimulai. Dia menyiapkan makanan, lalu menggendong mereka menuju sekolah hutan. Di sana, Mawar berperan sebagai pengasuh sekaligus guru; mengajarkan cara memanjat, mengenalkan pohon, hingga melatih insting liar yang sempat hilang. “Seperti bayi manusia, mereka juga takut melihat orang selain pengasuhnya. Mereka sering menangis dan rebutan makan. Setiap hari, selalu ada tingkah lucu dan itu membuat kami para perawat tidak pernah bosan mengurus mereka,” ujarnya. Dela Mawar tersentuh hatinya merawat bayi-bayi orangutan yang kehilangan induk di PPS Long Sam, Berau, Kalimantan Timur. Foto: Yovanda/Mongabay Indonesia Kearifan Suku Dayak Mawar merupakan warga asli Desa Merasa, yang wilayahnya dikelilingi hutan tropis lebat. “Saya asli Suku Dayak. Kalau ditanya masalah hutan, itu rumah kami. Jadi kalau memilih jalan konservasi sebagai pekerjaan, tentu buat saya ini pilihan tepat. Bersama hutan dan segala isinya, kami tidak mengenal lelah.” Mawar tumbuh dengan nilai bahwa hutan bukan hanya tempat tinggal, melainkan sumber kehidupan yang harus dijaga. Dia melihat langsung orangutan kehilangan habitat, akibat deforestasi dan perburuan. “Pertama kali saya melihat bayi orangutan itu Lukas. Kulitnya merah, matanya sayu dan…This article was originally published on Mongabay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *