1
1
Bumi terus menghadapi berbagai tekanan karena aktivitas manusia. Ekosistem pesisir dan laut yang seharusnya menjadi penopang kehidupan manusia pun turut terancam. Padahal, laut tak sekadar menyediakan makanan, juga sumber kehidupan. Yonvitner, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University mengatakan, sangat penting menjaga kelestarian laut demi kelangsungan hidup manusia. Tanpa laut yang sehat, sulit bagi manusia bertahan hidup. Sayangnya, di tengah kebutuhan untuk melestarikan laut, yang terjadi justru sebaliknya. Laut, kata Yonvitner, tak ubahnya komoditas yang terus tereksploitasi tanpa batas dan tanpa memberikannya jeda. Dampaknya, laut menjadi makin tidak sehat dan terdegradasi. “Padahal, laut juga perlu jeda untuk pulih. Ini yang tidak diperhatikan,” kata Kepala Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPKL) IPB University itu kepada Mongabay, Senin (20/4/26). Di banyak wilayah perairan, penangkapan ikan berlangsung secara massif, bahkan cenderung berlebih (overfishing). Dampaknya, ikan-ikan di laut tidak memiliki kesempatan untuk berkembang biak. Begitu pula pesisir. Area mangrove banyak beralih fungsi demi pembukaan tambak. Yonvitner soroti kuatnya pendekatan kapital dalam memanfaatkan sumber data laut. Pendekatan ini cenderung eksploitatif dan mengabaikan prinsip keseimbangan. Dalam konteks perikanan tangkap misalnya, hampir wilayah perairan Indonesia berstatus overfishing. Begitu juga dengan pemanfaatan ruang pesisir dan pulau-pulau kecil. Demi memberi jalan pada investasi, izin pemanfaatan ruang begitu leluasa pemerintah berikan hingga tak jarang memicu konflik dengan masyarakat akibat perebutan ruang hidup. Aktivitas bongkar muatan di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, Kota Tegal, Jawa Tengah. Foto : A. Asnawi/Mongabay Indonesia Laut bukan komoditas Sebagai negara maritim, kekayaan laut Indonesia menyimpan potensi yang begitu besar. Sayangnya, para kritikus…This article was originally published on Mongabay