1
1
Jika kita memiliki kesempatan untuk mengunjungi daratan Afrika Selatan hari ini, kita mungkin akan beruntung bisa melihat berbagai spesies zebra yang berkeliaran bebas di padang rumput yang luas. Namun, jika kita datang sebelum akhir abad ke-19, kita akan menemukan salah satu penghuni paling ikonik yang kini telah hilang dari muka bumi. Satwa itu adalah quagga (Equus quagga quagga), seekor herbivora besar yang penampilannya menyerupai perpaduan misterius antara zebra dan kuda. Secara visual, quagga memiliki karakteristik yang sangat unik dibandingkan kerabat dekatnya. Ia memiliki garis-garis cokelat yang kuat pada bagian kepala dan leher, namun pola garis ini perlahan memudar mulai dari bahu hingga ke bagian belakang tubuhnya. Hal ini membuat separuh tubuh bagian belakang quagga tampak polos dengan warna dasar cokelat kasta yang elegan, sehingga dari kejauhan ia tampak menyerupai kuda liar daripada zebra pada umumnya. Foto quagga betina di London Zoo tahun 1870 ini memperlihatkan pola garis unik yang hanya ada pada bagian depan tubuhnya, sebuah ciri khas yang membedakannya dari zebra dataran lainnya. (Foto: Frederick York/Wikimedia Commons) Dahulu kala, populasi quagga sangat melimpah di wilayah Karoo dan bagian selatan Provinsi Cape, Afrika Selatan. Wilayah ini sebenarnya juga menjadi habitat bagi berbagai jenis zebra lain yang beberapa di antaranya masih bisa kita jumpai sekarang, seperti zebra dataran (Equus quagga), zebra Burchell (Equus quagga antiquorum), hingga zebra gunung Hartmann (Equus zebra hartmannae). Sayangnya, nasib quagga berubah drastis sepanjang abad ke-19 akibat eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh para pendatang. Quagga diburu secara intensif bukan hanya karena kebutuhan komersial untuk mendapatkan daging dan…This article was originally published on Mongabay