Popular Posts

Kucing-kucingan Demi Sebongkah Emas Mandailing Natal

Yudi Saputra berhenti sejenak sebelum masuk hutan Huta Bargot, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), sore di pertengahan Maret 2026. Dia menajamkan pendengaran, memastikan tak ada langkah patroli atau deru suara kendaraan petugas. Setelah yakin aman, Yudi melanjutkan perjalanan ke lokasi tambang emas ilegal dalam hutan, sekitar landscape Taman Nasional Batang Gadis (TNBG). “Kalau ketemu petugas, bisa habis kami,” katanya pelan. Belakangan, aparat dari polri dan TNI begitu gencar menggelar operasi. Awal Maret, polisi menyita belasan alat berat dan mengamankan puluhan orang karena terlibat penambangan emas ilegal di Madina dan perbatasan Tapanuli Selatan. Dua di antaranya kini menjadi tersangka. Tak lama berselang, razia juga aparat TNI lakukan dengan belasan alat berat berhasil mereka amankan dari lokasi tambang ilegal di Sungai Batang Natal. Namun begitu, aktivitas tambang ilegal ini tak pernah benar-benar mati, meski para pelaku harus kucing-kucingan dengan petugas. Tak jarang, nyawa pun jadi taruhan. Pada Rabu (18/3/26) misal, dua orang tewas dan satu kritis setelah tertimbun longsor di lokasi tambang ilegal di Tanoman, Desa Simanguntong, Kecamatan Batang Natal. Wahyu Siregar, Camat Batang Natal menyebut, kedua orang tewas adalah Martaon, warga Sumanguntong dan Amri, warga Desa Ampung Padang. “Satu lagi yang kritis atas nama Kholidin. Sekarang, kasusnya sedang dalam penanganan Polres Madina,” ujar Wahyu. Proses pengolahan material emas dengan menggunakan mesin glundung. Foto: Roby Ayat Karokaro/Mongabay Indonesia. Tak ada pilihan Sudah lima tahun Yudi hidup dengan rutinitas yang sama: berjalan berjam-jam menembus hutan, menggali lubang puluhan hingga ratusan meter untuk mencari bongkahan emas. Tak sekadar harapan untuk mengubah hidupnya, aktivitas…This article was originally published on Mongabay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *