Popular Posts

Spesies Baru: Ular Biru Pirus dan Ular Terbang Ditemukan Tersembunyi di Gua yang Belum Terjamah Manusia

Bentang alam karst yang terdiri dari perbukitan batu kapur, gua, dan aliran sungai bawah tanah merupakan salah satu ekosistem yang paling unik sekaligus paling rapuh di dunia. Kawasan ini sering kali bertindak sebagai pulau isolasi bagi kehidupan liar, di mana proses evolusi berjalan secara mandiri dan menghasilkan spesies yang tidak ditemukan di tempat lain. Keberadaan gua yang sulit dijangkau dan medan yang ekstrem menjadikan wilayah ini sebagai salah satu perbatasan terakhir bagi penemuan ilmiah di bidang biologi dan konservasi alam. Melalui survei biodiversitas intensif yang dilakukan antara November 2023 hingga Juli 2025, para peneliti berhasil mengungkap kekayaan hayati yang luar biasa di kawasan ini. Tim peneliti dari organisasi Fauna & Flora mengeksplorasi puluhan gua di berbagai perbukitan karst untuk mendokumentasikan flora dan fauna yang ada. Hasil dari eksplorasi ini mengungkap keberadaan berbagai spesies yang baru bagi dunia sains, termasuk reptil berwarna mencolok yang selama ini tersembunyi di balik kegelapan struktur batu kapur. Rahasia di Balik Sisik Biru Pirus dan Ular yang Melayang Penemuan yang paling mencuri perhatian dalam survei ini adalah spesies baru ular dari genus Trimeresurus atau pit viper yang memiliki warna biru pirus (turquoise) yang sangat langka dan mencolok. Ular ini ditemukan di kawasan Phnom Prampi, Distrik Proek, dan menjadi bukti betapa uniknya adaptasi satwa di ekosistem karst yang terisolasi. Karakteristik fisiknya ditandai dengan bentuk kepala segitiga yang tegas, sebuah ciri khas yang sering diasosiasikan dengan ular-ular berbisa tinggi. Si pita berkilau yang bisa melayang. Ular terbang hias (Chrysopelea ornata) ini berpindah antar pohon dengan meratakan rusuknya untuk…This article was originally published on Mongabay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *