1
1
Hampir semua orang tahu bahwa kucing seolah punya kemampuan akrobatik alami untuk selalu mendarat dengan kaki. Namun, fenomena ini sebenarnya telah lama memicu perdebatan ilmiah karena secara fisik sulit bagi sebuah objek yang melayang untuk berputar tanpa tumpuan. Tim peneliti dari Universitas Yamaguchi di Jepang akhirnya berhasil memecahkan teka-teki ini melalui studi anatomi yang mendalam. Dalam laporan riset yang diterbitkan pada jurnal The Anatomical Record (2026), para ilmuwan mengungkapkan bahwa rahasia pendaratan sempurna ini bukan terletak pada kekuatan otot, melainkan pada desain unik tulang punggung kucing yang memiliki tingkat kelenturan berbeda antara bagian depan dan belakang. Temuan Riset Universitas Yamaguchi Untuk mengungkap mekanisme ini, tim peneliti melakukan serangkaian pengujian mekanis pada spesimen tulang belakang kucing guna mengukur ketahanan terhadap gaya putar. Selain itu, mereka menggunakan kamera berkecepatan tinggi untuk merekam gerakan kucing sehat saat terjatuh ke permukaan empuk dengan bantuan sensor pelacak pada bahu dan pinggul. Data riset tersebut menunjukkan bahwa tulang belakang kucing tidak memiliki fleksibilitas yang seragam. Bagian toraks atau punggung tengah ke atas ternyata memiliki tingkat kelenturan yang luar biasa. Riset ini menemukan adanya zona netral yang memungkinkan bagian tersebut berputar hampir bebas hingga 50 derajat dengan usaha minimal. Sebaliknya, tulang belakang bagian lumbar atau punggung bawah cenderung kaku dan berfungsi sebagai penyeimbang yang stabil. Bagaimana Tubuh Kucing Bekerja Saat Melayang Berdasarkan pengamatan tim dari Universitas Yamaguchi, kucing melakukan manuver yang disebut putaran berurutan. Pada tahap awal, kucing akan memutar kepala dan kaki depan ke arah tanah terlebih dahulu. Hal ini dimungkinkan karena bagian depan tubuh lebih…This article was originally published on Mongabay