1
1
Apa kabar pemulihan Sungai Cisadane yang tercemar pestisida pasca kebakaran PT Biotek Saranatama? Belum lama ini, sebagai upaya pemulihan, pemerintah bersama masyarakat menuangkan 10.000 liter eco enzyme ke aliran Sungai Jaletreng, anak Sungai Cisadane, pada Sabtu (8/3/26). Aksi yang Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pimpin ini bahkan tercatat sebagai rekor penuangan eco enzyme terbanyak oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Kegiatan ini melibatkan Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemarbudhi) bersama masyarakat. Hanif menyatakan, langkah itu merupakan bagian dari ikhtiar pemulihan kualitas air Sungai Cisadane setelah pencemaran pestisida akibat kebakaran gudang pestisida pada 9 Februari lalu. “Kami sangat bangga atas partisipasi aktif generasi muda dalam aksi nyata pemulihan Sungai Cisadane. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk berperan serta menjaga lingkungan hidup,” katanya dalam keterangan resmi. Pemerintah berharap, langkah itu dapat membantu memperbaiki kualitas air di sungai yang sebelumnya tercemar senyawa pestisida berbahaya. Sebelumnya, kebakaran gudang pestisida milik Biotek menyebabkan senyawa organofosfat masuk ke aliran Sungai Cisadane. Zat ini bersifat toksik bagi biota perairan dan memicu kematian ikan massal di sepanjang 41 kilometer hingga kawasan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan, melakukan pelbagai langkah, mulai dari mengamankan sisa bahan kimia, dan memasang garis pengawasan penyidik pengawas lingkungan hidup (PPLH). Juga, menyiapkan langkah bioremediasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kalau residu pestisida masih tinggi di sedimen sungai. “Sungai bukan hanya urat nadi kehidupan hari ini, tetapi juga penentu kualitas hidup anak-anak dan cucu-cucu kita kelak,” kata Hanif. Upaya pemulihan CIsadane dengan memasukkan…This article was originally published on Mongabay