1
1Kejadian hiu paus (Rhincodon typus) terdampar di pesisir Jember, Jawa Timur (Jatim), cukup sering. Data Yayasan Sealife Indonesia, tahun 2022, ada tiga kejadian penemuan spesies ikan terbesar itu, melengkapi total delapan kejadian sepanjang 2015-2025. Untuk itu, perlu edukasi dan para pihak berjejaring untuk membantu penanganan yang tepat. Dwi Suprapti, Founder Yayasan Sealife Indonesia, menyebut, hewan pemakan plankton ini banyak terdampar di pesisir Jawa, utamanya di pesisir selatan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain Jember, kejadian di Jatim juga banyak di Lumajang. “Biasanya banyak ditemukan dalam kondisi mati,” katanya dalam Sarasehan Pemetaan Partisipatif dan Pembentukan Jejaring Penanganan Biota Laut Terdampar di Pesisir Jember, Senin (9/3/26). Meski begitu tidak sedikit yang ditemukan dalam kondisi hidup tetapi pengetahuan minim dan keterlambatan penanganan menyebabkan hiu paus tak terselamatkan. Warga terlihat mengeruminu bangkai hiu paus yang terdampar di Pantai Wagir Indah di Desa Welahan Wetan, Kecamatan Adipala, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (26/6/2025) pagi. Foto: L Darmawan/Mongabay Indonesia Salah satunya terjadi pada 4-5 Juli 2020. Ada tiga hiu paus terdampar di Pantai Nyamplung Kobong, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumuk Mas, Jember. Dua berhasil diselamatkan, satu mati terpotong-potong. Sayangnya, dari banyak kasus, hiu paus yang terdampar langsung warga kubur. Padahal, perlu nekropsi untuk memastikan apa penyebab hewan soliter ini terdampar. Seperti yang pernah terjadi pada 2020. Saat itu sebuah video memperlihatkan sejumlah warga memotong hiu paus. “Nekropsi penting. Karena hius paus terdampar itu biasanya disebabkan banyak faktor.” Karena itu, dia mendorong lintas sektor berkolaborasi dalam menangani kasus terdamparnya hiu paus dengan membentuk jejaring. Dari warga atau nelayan,…This article was originally published on Mongabay