1
1
Sebanyak 55 paus pilot (Globicephala macrorhynchus) terdampar di perairan Batutua, Desa Deranitan, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari jumlah itu, 21 mati, meski upaya penyelamatan sempat dilakukan. Insiden terdamparnya puluhan paus itu pertama kali warga ketahui pada Senin (9/3/26) sore, sekitar pukul 15.30 (WITA). Warga lantas melaporkan Polsek Rote Barat Daya. Setelah berkoordinasi dengan Lanal Pulau Rote, petugas kemudian melakukan pengecekan ke lokasi. Sampai disana, petugas kemudian berusaha melakukan penyelamatan dengan mendorong mereka ke perairan yang lebih dalam. Namun, banyaknya jumlah paus yang terdampar membuat petugas kewalahan. Upaya itu bahkan berlangsung hingga lewat tengah malam. Imam Fauzi, Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, katakan, jumlah paus yang terdampar sangat banyak hingga menyulitakan proses evakuasi. “Dari 50 yang terdampar, 15 berhasil didorong ke tengah, enam mati,” katanya, Selasa (10/3/26). Seolah berkejaran dengan waktu, jumlah yang mati terus bertambah, bahkan hingga 21 paus . Beberapa memiliki panjang hingga 5,1 meter. “Jadi, total yang berhasil diselamatkan 34.” Saat ini, petugas masih melakukan pengawasan untuk memastikan paus-paus itu selamat. Untuk puluhan paus yang mati, petugas telah menguburkan di sekitar pantai. Andrew Lz Penna, Staf Blue Forest Site Rote kepada Mongabay mengatakan, ini kali pertama di wilayah perairan itu. Dia sesalkan aksi sebagian masyarakat justru memanfaatkan peristiwa itu berfoto dan bereuforia. “Padahal, kalau saja mereka turut membantu upaya penyelamatan dengan mendorongnya ke laut, mungkin paus yang mati tidak akan sebanyak itu,” kata Andrew. Gerombolan paus pilot paus pilot (Globicephala macrorhynchus) yang berenang di perairan dangkal Batutua, Pantai…This article was originally published on Mongabay