1
1
Lautan ternyata tidak sepenuhnya sunyi. Terumbu karang yang sehat justru sangat berisik. Kegaduhan ini bukan gangguan, melainkan tanda kehidupan yang semarak. Ada bunyi “krek-krek” dari udang pistol, gemuruh rendah ikan karang, hingga dengungan samar larva yang berenang mencari tempat tinggal. Suara-suara tersebut bukan sekadar latar belakang, melainkan elemen vital yang menentukan keberlangsungan ekosistem di bawah permukaan air. Para ilmuwan menyebut fenomena ini sebagai reef soundscape. Ini adalah lanskap akustik yang terbentuk dari kombinasi suara makhluk hidup di dalam ekosistem. Terumbu karang yang sehat dipenuhi suara khas dari derik udang snapping serta lenguhan berbagai jenis ikan. Bagi organisme laut, soundscape yang keras dan beragam berfungsi sebagai panduan orientasi. Ikan muda dan larva karang yang menghabiskan masa awal mereka di lautan terbuka sangat bergantung pada suara ini untuk menemukan rumah yang tepat untuk tumbuh. Ekosistem terumbu karang menunjukkan bahwa laut sebenarnya sangat “berisik”. Terumbu karang sehat menghasilkan reef soundscape yang khas. Foto oleh Rhett A. Butler/Mongabay . Riset dari Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) membuktikan bahwa suara sebelum kerusakan jauh lebih menarik bagi larva ikan. Sebagai perbandingan, area yang rusak rata-rata 15 dB lebih sunyi. Penurunan intensitas suara ini diiringi dengan hilangnya kompleksitas akustik. Hal ini menyebabkan larva kehilangan arah karena sinyal navigasi alami mereka menghilang seiring rusaknya struktur karang. Laut yang Sunyi Membuat Ikan Bingung Kondisi terumbu karang di Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan besar. Data Badan Pusat Statistik (2024) mencatat dari 1.153 titik pantau, sekitar 33,82 persen dalam kondisi buruk. Hanya 6,42 persen yang masih dalam…This article was originally published on Mongabay