Popular Posts

Segel Satgas Tak Bendung Sawit Ilegal Tesso Nilo Terus Ngalir ke Pabrik

Suasana sekitar gerbang keluar Dusun IV Toro Jaya lengang hari itu. Hanya ada dua truk penuh muatan tandan buah segar (TBS) sawit, parkir di bahu jalan tanah kuning, 7 Agustus 2025. Kendaraan itu bersiap mengantar buah sawit hasil panen dari Toro ke pabrik. Dusun Toro, Desa Lubuk Kembang, Kecamatan Ukui, Pelalawan, berada di dalam Taman Nasional Tesso Nilo, kawasan konservasi di Riau, yang tersisa kurang dari 20% dari luas sekitar 81.000 hektar. Sebagian kawasan berubah jadi kebun sawit. Toro, salah satunya. Sejak puluhan tahun lalu, secara perlahan kebun sawit ‘menguasai’ rumah satwa kunci Sumatera, antara lain gajah dan harimau di taman nasional ini. Pada 21 Januari 2025, setelah keluar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5/2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan , Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) pun terbentuk. Satgas yang berisi lintas unsur ini, mulai penyegelan kebun-kebun sawit dalam kawasan hutan, termasuk di Tesso Nilo pada 10 Juni 2025. Pasca satgas sita kebun  sawit di TNTN, buah sawit dari sana terus panen. TBS sawit pun masih mengalir ke pabrik-pabrik yang berada di sekitar kawasan konservasi ini. “Hampir semua PKS (pabrik sawit) kita masuki. Mana kena (tinggi harga), kita masukin. Tiap PKS beda harga. Ada harga tinggi, tapi potongan tinggi juga. Harga rendah, potongan juga rendah. Tinggal kita lihat mana cocok dari kriteria buah kita,” kata Roben Surbakti, pengumpul atau pemilik peron buah sawit di Toro. Mongabay, mengikuti truk dari Toro untuk mengetahui mengalir ke pabrik mana buah-buah sawit itu. Truk pertama berkelir kuning tua. Plat kendaraan hanya terpasang di kepala mobil.…This article was originally published on Mongabay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *