{"id":636,"date":"2026-05-07T13:13:17","date_gmt":"2026-05-07T13:13:17","guid":{"rendered":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/?p=636"},"modified":"2026-05-07T13:13:17","modified_gmt":"2026-05-07T13:13:17","slug":"api-gerbang-neraka-di-kawah-darvaza-meredup-para-ilmuwan-waspadai-bahaya-yang-mengintai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/?p=636","title":{"rendered":"Api \u2018Gerbang Neraka\u2019 di Kawah Darvaza Meredup, Para Ilmuwan Waspadai Bahaya yang Mengintai"},"content":{"rendered":"<p>Setelah lebih dari 50 tahun terus menyala tanpa henti, api di Kawah Darvaza, Turkmenistan; yang populer dengan julukan \u201cGerbang Neraka\u201d, kini menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Bagi banyak orang, ini mungkin terdengar seperti kabar baik: akhirnya \u201cneraka\u201d di tengah gurun itu mulai meredup. Namun, para ilmuwan justru memberi peringatan: jangan senang dulu. Di balik api yang redup, ada bahaya yang mengintai dan berpotensi memperburuk krisis iklim jika tidak ditangani dengan tepat. Kawah selebar 70 meter dan sedalam 20 meter ini terbentuk pada 1971, ketika tim pengeboran Uni Soviet tidak sengaja menemukan kantong gas alam raksasa di Gurun Karakum. Saat itu, untuk mencegah kebocoran gas beracun seperti hidrogen sulfida yang bisa membahayakan warga sekitar, otoritas Soviet memutuskan membakar cadangan gas tersebut. Perkiraan awal, api akan padam dalam beberapa minggu. Kenyataannya, api terus menyala selama lebih dari lima dekade karena pasokan metana dari bawah tanah tidak pernah habis. Fenomena unik ini memang memikat\u2014bahkan masuk dalam daftar destinasi \u201cwajib kunjung\u201d bagi petualang ekstrem\u2014tapi di balik kecantikannya, tersimpan risiko iklim yang nyata. Dan kini, risiko itu bisa berubah bentuk. Baca juga: Bakteri Penghuni \u201cPintu Neraka\u201d Penurunan Intensitas Api Terekam Data Satelit Pada 2025, pemerintah Turkmenistan mengumumkan dalam konferensi energi bahwa intensitas api di Kawah Darvaza mengalami penurunan signifikan. \u201cPenurunan intensitas api mencapai hampir tiga kali lipat dibandingkan periode sebelumnya,\u201d ujar Irina Luryeva, direktur Turkmengaz, perusahaan energi milik negara Turkmenistan. Pernyataan ini didasarkan pada pemantauan lapangan dan data operasional dari fasilitas ekstraksi gas di sekitar lokasi. Klaim tersebut diperkuat oleh data satelit independen dari Capterio, perusahaan konsultan\u2026This article was originally published on <a href=\"https:\/\/mongabay.co.id\/2026\/05\/07\/api-gerbang-neraka-di-kawah-darvaza-meredup-para-ilmuwan-waspadai-bahaya-yang-mengintai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mongabay<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah lebih dari 50 tahun terus menyala tanpa henti, api di Kawah Darvaza, Turkmenistan; yang populer dengan julukan \u201cGerbang Neraka\u201d, kini menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Bagi banyak orang, ini mungkin terdengar seperti kabar baik: akhirnya \u201cneraka\u201d di tengah gurun itu mulai meredup. Namun, para ilmuwan justru memberi peringatan: jangan senang dulu. Di balik api yang redup,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":637,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-636","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-terbaru"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/636","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=636"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/636\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/637"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=636"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=636"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=636"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}