{"id":559,"date":"2026-04-28T09:52:37","date_gmt":"2026-04-28T09:52:37","guid":{"rendered":"http:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/?p=559"},"modified":"2026-04-28T09:52:37","modified_gmt":"2026-04-28T09:52:37","slug":"mencari-pengelola-baru-bandung-zoo-pkbsi-ingatkan-harus-kompeten","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/?p=559","title":{"rendered":"Mencari Pengelola Baru Bandung Zoo, PKBSI Ingatkan Harus Kompeten"},"content":{"rendered":"<p>Bagaimana perkembangan pengelolaan Kebun Binatang Bandung? Ternyata, proses mencari\u00a0 pengelola baru Bandung Zoo, \u00a0sudah masuk tahap seleksi. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung baru menjaring banyak pihak untuk terlibat dalam pengelolaan lembaga konservasi umum yang sudah berdiri sejak 1933 itu. Proses penjaringan ini dianggap sebagai upaya penataan ulang pengelolaan Bandung Zoo setelah sengketa izin dan konflik internal yang berlangsung lebih dari setengah tahun. Annisa Rahmawati, \u00a0 Senior Wildlife Campaigner Geopix menilai, \u00a0konflik di lembaga konservasi eks-situ hampir selalu mempengaruhi standar kesejahteraan satwa. Ketika konflik berlangsung, perhatian pengelola cenderung bergeser dari pemenuhan kebutuhan satwa ke persoalan administratif dan perebutan kendali lembaga. \u201cDampaknya, \u00a0itu saja sangat berpengaruh pada aspek paling dasar yaitu perawatan satwa,\u201d katanya saat dihubungi Kamis (9\/4\/26). Dia bilang, kecukupan pakan, layanan kesehatan hewan, perawatan kandang hingga program pengayaan perilaku satwa pun mengalami penurunan. Hal ini menjadi sangat krusial karena satwa di kebun binatang sepenuhnya bergantung pada kunjungan. Meskipun saat ini pemerintah berupaya mencari kandidat baru, katanya, namun selama konflik, penanganan begitu lambat dan penuh dengan ketidakpastian. Semestinya, kata Annisa, kasus kekurangan pakan hingga kematian satwa karena virus menjadi peringatan. Setidaknya, pengambilalihan sementara bisa pemerintah lakukan agar standar minimum kesejahteraan satwa tetap terjaga. \u201cMinimalnya, prinsip-prinsip konservasi tetap dijalankan,\u201d katanya. Selain itu, katanya, upaya pembenahan Bandung Zoo tak cukup hanya dengan mengganti pengelola. Langkah paling mendesak justru mulai dari audit independen dan transparan untuk menentukan arah perbaikan berikutnya. Tanpa itu, \u00a0katanya, perbaikan tata kelola hanya akan menjadi perubahan administratif. Padahal, katanya, \u00a0konflik tidak hanya merusak reputasi pengelola kebun binatang, juga menggerus kepercayaan publik\u2026This article was originally published on <a href=\"https:\/\/mongabay.co.id\/2026\/04\/28\/mencari-pengelola-baru-bandung-zoo-pkbsi-ingatkan-harus-kompeten\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mongabay<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagaimana perkembangan pengelolaan Kebun Binatang Bandung? Ternyata, proses mencari\u00a0 pengelola baru Bandung Zoo, \u00a0sudah masuk tahap seleksi. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung baru menjaring banyak pihak untuk terlibat dalam pengelolaan lembaga konservasi umum yang sudah berdiri sejak 1933 itu. Proses penjaringan ini dianggap sebagai upaya penataan ulang pengelolaan Bandung Zoo setelah sengketa izin dan konflik internal&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":560,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-559","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-terbaru"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/559","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=559"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/559\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/560"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=559"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=559"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=559"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}