{"id":412,"date":"2026-04-11T01:00:04","date_gmt":"2026-04-11T01:00:04","guid":{"rendered":"http:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/?p=412"},"modified":"2026-04-11T01:00:04","modified_gmt":"2026-04-11T01:00:04","slug":"menghidupkan-kembali-tradisi-menanam-sayur-di-bangka-belitung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/?p=412","title":{"rendered":"Menghidupkan Kembali Tradisi Menanam Sayur di Bangka Belitung"},"content":{"rendered":"<p>Di masa lalu, masyarakat Kepulauan Bangka Belitung hidup arif dengan mengelola laut dan kebun (ume). Salah satu pengetahuan yang lahir dari cara hidup tersebut adalah lempah darat, yaitu kuliner yang memanfaatkan beragam sayuran lokal. Bahannya sederhana, ada keladi, buah melinjo, nangka muda, daun pucuk idat, jantung pisang, rebung, dan sebagainya. Semuanya dapat diperoleh dengan mudah di sekitar kebun, karena ditanam berdampingan dengan komoditas ekonomi (lada). \u201cLempah darat menjadi bukti bahwa masyarakat Bangka Belitung punya tradisi kuat untuk menanam dan mengonsumsi sayuran,\u201d kata Herry Marta Saputra, peneliti sekaligus dosen Agroteknologi dari Universitas Bangka Belitung, kepada Mongabay Indonesia, Senin (30\/3\/2026). Namun, kebiasaan ini mulai hilang. Saat masyarakat ingin memasak lempah darat, yang menjadi tujuan adalah pasar yang sebagian besar pasokannya berasal dari luar daerah. Mengapa? \u201cSudah banyak kebun, ume, atau kelekak yang beralih fungsi,\u201d lanjut Herry. \u201cIni juga diperburuk dengan minat menanam sayur yang menurun, dikarenakan candu timah menjadi pesaing terbesar pertanian, yang dalam waktu sehari sudah dapat menghasilkan rupiah.\u201d Situasi demikian, sejalan dengan minimnya daerah di Bangka Belitung yang terkenal sebagai penghasil sayuran. Satu dari sedikit wilayah itu adalah Desa Balun Ijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung (2026), sekitar 60 persen produksi buah-buahan dan sayuran provinsi ini berasal dari Kabupaten Bangka, yang sebagian besar dipasok dari Desa Balun Ijuk. Pada 2025, produksi sayuran di Kabupaten Bangka mencapai 10.225,73 ton, tertinggi dibandingkan kabupaten lainnya, yang memiliki produksi di bawah 2.000 ton. \u201cDesa Balun Ijuk, sejak lama terkenal sebagai lumbung sayuran di Bangka Belitung,\u201d kata Herry.\u2026This article was originally published on <a href=\"https:\/\/mongabay.co.id\/2026\/04\/11\/menghidupkan-kembali-tradisi-menanam-sayur-di-bangka-belitung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mongabay<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di masa lalu, masyarakat Kepulauan Bangka Belitung hidup arif dengan mengelola laut dan kebun (ume). Salah satu pengetahuan yang lahir dari cara hidup tersebut adalah lempah darat, yaitu kuliner yang memanfaatkan beragam sayuran lokal. Bahannya sederhana, ada keladi, buah melinjo, nangka muda, daun pucuk idat, jantung pisang, rebung, dan sebagainya. Semuanya dapat diperoleh dengan mudah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":413,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-412","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-terbaru"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/412","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=412"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/412\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/413"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=412"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=412"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=412"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}