{"id":376,"date":"2026-04-06T10:55:03","date_gmt":"2026-04-06T10:55:03","guid":{"rendered":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/?p=376"},"modified":"2026-04-06T10:55:03","modified_gmt":"2026-04-06T10:55:03","slug":"ikan-spider-man-ikan-kecil-yang-sanggup-mendaki-dinding-batu-terjal-selama-10-jam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/?p=376","title":{"rendered":"Ikan \u201cSpider-man\u201d, Ikan Kecil yang Sanggup Mendaki Dinding Batu Terjal Selama 10 Jam"},"content":{"rendered":"<p>Fenomena migrasi ikan umumnya dipahami sebagai pergerakan horizontal di dalam air. Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports mengungkap perilaku luar biasa pada spesies ikan air tawar di Republik Demokratik Kongo. Ikan shellear (Parakneria thysi) tercatat mampu melakukan migrasi vertikal dengan memanjat dinding air terjun Luvilombo yang tegak lurus setinggi 15 meter. Temuan ini menjadi dokumentasi formal pertama mengenai perilaku memanjat pada ikan di benua Afrika. Spesies ini memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil, rata-rata hanya sepanjang 5 sentimeter atau seukuran sepotong kentang goreng. Dalam pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dari Universit\u00e9 de Lubumbashi dan Royal Museum for Central Africa, ribuan individu shellear terlihat merayap di permukaan batu di balik tirai air terjun. Secara teknis, pendakian ini merupakan pencapaian luar biasa bagi biota air karena mereka harus melawan gravitasi dan arus air secara bersamaan selama hampir 10 jam untuk mencapai puncak hulu. Mekanisme Adaptasi dan Anatomi Kemampuan memanjat layaknya \u201cSpider-man\u201d ini bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari adaptasi anatomi yang sangat spesifik. Ikan ini memiliki sirip pektoral khusus yang pada bagian depannya dilengkapi dengan susunan kait mikro. Struktur tersebut bekerja mirip dengan Velcro untuk mencengkeram permukaan batu yang licin di zona percikan air terjun. Selain itu, terdapat korset pektoral yang merupakan struktur tulang kuat untuk mendukung kerja otot besar yang dibutuhkan saat memanjat. Selama proses pendakian yang melelahkan, ikan juga menggunakan sirip pelvis sebagai penopang utama saat mereka berhenti sejenak untuk beristirahat di celah-celah batu. Tinjauan Spesies dan Lokasi Studi. (a) Spesimen hidup Parakneria thysi seukuran ~60 mm\u2026This article was originally published on <a href=\"https:\/\/mongabay.co.id\/2026\/04\/06\/ikan-spider-man-ikan-kecil-yang-sanggup-mendaki-dinding-batu-terjal-selama-10-jam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mongabay<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fenomena migrasi ikan umumnya dipahami sebagai pergerakan horizontal di dalam air. Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports mengungkap perilaku luar biasa pada spesies ikan air tawar di Republik Demokratik Kongo. Ikan shellear (Parakneria thysi) tercatat mampu melakukan migrasi vertikal dengan memanjat dinding air terjun Luvilombo yang tegak lurus setinggi 15 meter. Temuan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":377,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-376","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-terbaru"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/376","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=376"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/376\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/377"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=376"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=376"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=376"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}