{"id":366,"date":"2026-04-06T07:10:52","date_gmt":"2026-04-06T07:10:52","guid":{"rendered":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/?p=366"},"modified":"2026-04-06T07:10:52","modified_gmt":"2026-04-06T07:10:52","slug":"sains-untuk-pengelolaan-perikanan-skala-kecil-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/?p=366","title":{"rendered":"Sains untuk Pengelolaan Perikanan Skala Kecil di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Pengelolaan perikanan skala kecil di Indonesia, kini didorong untuk mengadopsi pendekatan berbasis sains dan teknologi. Keterbatasan data yang sering menjadi hambatan utama dalam merumuskan kebijakan di kawasan pesisir, mulai dicarikan solusi. Melalui pendekatan baru berbasis simulasi komputer yang memungkinkan pengujian strategi pemanfaatan atau harvest strategy sebelum diterapkan di lapangan, diharapkan dapat membantu nelayan pesisir menjaga keberlanjutan stok ikan. Terutama, meningkatkan hasil tangkapan. Sektor perikanan pesisir yang sarat akan tangkapan multispesies dan alat tangkap beragam, minim akan data rentang waktu historis (time series) tangkapan yang lengkap. Ini berisiko meningkatkan ketidakpastian setiap perumusan tata kelola. Sementara, istilah harvest strategy terdengar teknis bagi masyarakat awam, terutama bagi nelayan kecil dan tradisional. Tri Ernawati, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, menjelaskan bahwa harvest strategy bukan aturan tunggal, melainkan sebuah ekosistem pengelolaan. Menurutnya, strategi ini kumpulan berbagai komponen saling terkait, mulai dari pemantauan (monitoring), pengkajian stok, hingga aturan pengendalian pemanfaatan atau harvest control rule (HCR). \u201cIni kesatuan kerangka kerja formal. Di dalamnya ada monitoring, ada pengkajian, dan yang paling krusial adalah aturan pengendalian. Tanpa aturan pengendalian yang jelas, pengelolaan tidak akan berjalan secara adaptif,\u201d ujarnya dalam kuliah umum daring kolaboratif, bertajuk \u201cPengembangan dan Penerapan Kerangka Kerja Pengujian Simulasi Strategi Pemanfaatan untuk Perikanan Skala Kecil yang Dikelola Masyarakat\u201d pada Jumat (27\/3\/2026). Pengelolaan perikanan tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan data atau data yang dianggap belum komprehensif. \u201cData yang ada bisa digunakan sebagai bahan baku untuk dikemas \u00a0dalam pengelolaan perikanan.\u201d Nelayan kecil melakukan pengecatan perahunya yang rusak. Foto: Falahi Mubarok\/Mongabay Indonesia Adrian Hordyk, Kepala Teknologi\u2026This article was originally published on <a href=\"https:\/\/mongabay.co.id\/2026\/04\/06\/sains-untuk-pengelolaan-perikanan-skala-kecil-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mongabay<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengelolaan perikanan skala kecil di Indonesia, kini didorong untuk mengadopsi pendekatan berbasis sains dan teknologi. Keterbatasan data yang sering menjadi hambatan utama dalam merumuskan kebijakan di kawasan pesisir, mulai dicarikan solusi. Melalui pendekatan baru berbasis simulasi komputer yang memungkinkan pengujian strategi pemanfaatan atau harvest strategy sebelum diterapkan di lapangan, diharapkan dapat membantu nelayan pesisir menjaga&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":367,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-366","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-terbaru"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/366","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=366"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/366\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/367"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=366"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=366"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=366"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}