{"id":24,"date":"2026-03-08T08:10:43","date_gmt":"2026-03-08T08:10:43","guid":{"rendered":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/?p=24"},"modified":"2026-03-08T08:10:43","modified_gmt":"2026-03-08T08:10:43","slug":"opini-membaca-perempuan-rimba-dalam-kacamata-interseksionalitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/?p=24","title":{"rendered":"Opini: Membaca Perempuan Rimba Dalam Kacamata Interseksionalitas"},"content":{"rendered":"<p>Setiap 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional dengan berbagai tema kesetaraan, kepemimpinan, dan pemberdayaan perempuan. Di ruang-ruang kota, terselenggara diskusi, kampanye digital, dan capaian perempuan. Tak begitu di komunitas-komunitas adat, seperti Komunitas Adat di Jambi, perempuan Orang Rimba menjalani realitas jauh dari narasi perayaan. Mereka masih berjalan menyusuri tanah-tanah sisa untuk mencari berondolan sawit, mengurus anak dalam kondisi sanitasi terbatas. Juga hidup dalam ketidakpastian ruang karena hutan yang dulu jadi rumah mereka kini habis secara drastis. Pengalaman perempuan Orang Rimba mengajarkan, \u00a0ketidakadilan tak pernah tunggal. Ia berlapis dan saling menguatkan. Untuk membaca situasi ini, pendekatan gender saja tidak cukup. Kita perlu perspektif interseksionalitas, sebuah konsep yang diperkenalkan Kimberl\u00e9 Crenshaw untuk menjelaskan bagaimana diskriminasi bekerja melalui perpotongan identitas\u2014gender, ras, kelas, dan posisi sosial. Interseksionalitas menolak cara pandang yang memisahkan pengalaman menjadi kategori-kategori terpisah. Seorang perempuan tak hanya mengalami seksisme; dia mungkin juga mengalami diskriminasi karena etnisitasnya, kemiskinannya, atau status hukumnya. Dalam konteks Indonesia, perempuan adat berada di simpul berbagai bentuk marginalisasi: sebagai perempuan dalam struktur patriarki, sebagai anggota komunitas adat yang sering dalam posisi \u201cterbelakang.\u201d Juga sebagai kelompok yang rentan kehilangan ruang hidup akibat ekspansi industri ekstraktif. Di Jambi, perubahan lanskap ekologis berlangsung cepat dalam dua dekade terakhir. Hutan yang menjadi ruang hidup Orang Rimba beralih fungsi oleh konsesi perkebunan sawit dan hutan tanaman industri. Jalan-jalan produksi membelah kawasan yang dulu menjadi jalur jelajah berburu dan meramu. Ruang gerak menyempit, dan sistem hidup yang berbasis hutan pun perlahan hilang. Pemukiman Orang Rimba di Pelakar Jaya. Pemukiman Orang Rimba di Desa\u2026This article was originally published on <a href=\"https:\/\/mongabay.co.id\/2026\/03\/08\/opini-membaca-perempuan-rimba-dalam-kacamata-interseksionalitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mongabay<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional dengan berbagai tema kesetaraan, kepemimpinan, dan pemberdayaan perempuan. Di ruang-ruang kota, terselenggara diskusi, kampanye digital, dan capaian perempuan. Tak begitu di komunitas-komunitas adat, seperti Komunitas Adat di Jambi, perempuan Orang Rimba menjalani realitas jauh dari narasi perayaan. Mereka masih berjalan menyusuri tanah-tanah sisa untuk mencari berondolan sawit,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-24","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-terbaru"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=24"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=24"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=24"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/florafauna.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=24"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}